Minggu, 23 Agustus 2015

Contoh materi layanan bimbingan dan konseling


MATERI LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

Tema                                       : Memahami Diri
Pokok Bahasan                       : Mengenali Diri
Aspek Perkembangan             : Pengembangan Pribadi
Bidang Bimbingan                  : Pribadi
Tujuan Layanan                      : Siswa memahami diri sendiri serta menerime perkembangan
fisik dan psikis awal remaja serta dapat  hidup penuh percaya
diri. 

  Manusia diciptakan oleh Allah SWT sebagai makhluk yang paling sempurna juga sebagai makhluk yang unik. Dikatakan sebagai makhluk paling sempurna karena manusia diberikan akal dan pikiran yang dinamis untuk selalu berkembang,berinovasi sekuat tenaga. Sedangkan makhluk hidup lainnya seperti hewan,tumbuhan secara kodrati seperti rutinitas dalam hidupnya yaitu makan,minum,beranak..siklus mereka hanya begitu saja.
Manusia dikatakan sebagai makhluk yang unik karena antara yang satu dengan lainnya berbeda. Bahkan bayi kembar berapun jumlahnya, mereka mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Itulah kebesaran Allah SWT sebagai sang Khaliq. Oleh karena itu kegiatan memahami diri merupakan suatu hal yang sangat penting bagi setiap insan dalam mencapai kesuksesan hidup.
Di zaman sekarang ini banyak orang hidup bukan menjadi dirinya sendiri melainkan orang lain, bahkan tiap orang mempunyai topeng masing – masing hingga tidak mengenali diri sendiri. Ini semua dikarenakan pengaruh dunia luar dan lingkungan dimana kita bergaul. Setiap orang hidup itu pasti menggunakan topeng, disaat seseorang orang menghadapi orang tua mereka pasti perlaakuannya seperti ini, disaat seseorang menghadapi orang lain itu akan seperti itu, kemudian disaat mereka menghadapi orang yang mereka cintai maka akan berbeda lagi. Topeng disini dapat diartikan penyesuaian. Keadaan tersebut akan menjadikan banyak orang maupun kita tidak dapat mengenali diri sendiri. Ketika kita bergaul terkadang tidak menjadi diri kita sendiri. Bahkan kita tidak tahu kemana arah diri kita, siapa kita? Mau apa kita? Pengenalan terhadap diri kita sendiri akan membuat kita lebih mengenali diri sendiri dan mengerti apa yang sebenarnya ada pada dalam diri kita.
Pemahaman Diri upaya yang dilakukan oleh seseorang untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri sendiri. “Who am I ?” artinya siapa saya ?. Pertanyaan itu sangatlah sederhana, tetapi mungkin memerlukan jawaban yang mendalam, karena banyak aspek yang harus diungkap. Aspek-aspek tersebut baik yang menyangkut kelebihan maupun kekurangannya, yang meliputi aspek : fisik, psikis, minat, bakat, cita-cita, kebutuhan-kebutuhan pokok serta gaya hidup yang diinginkan.
Berikut ini ada sedikit cara untuk bisa mengenali diri kita sendiri. Didalam mengenali diri sendiri kita harus tahu bagaimana diri kita sebenarnya , fakta seperti apa yang ada dalam diri kita. Fakta disini mengacu pada realita hidup kita selama ini, kenyataan yang kita hadapi selama ini.
Tentang siapa saya ?
Seperti apa saya ini ?
Seperti apa kehidupan saya ?
Apa kelebihan saya ?
Apa kekurangan saya ?
Setelah kita dapat mengetahui tentang diri kita, maka kita dapat memberikan komentar untuk diri kita sendiri. Menyimpulkan tentang “ini lho saya, saya ini orangnya seperti ini”. Jika kita sudah memahami diri sendiri, maka kita secara otomatis kita akan menyadari tentang kemampuan kita sendiri, sehingga kita akan memberikan batasan antara “saya mampu, saya tidak mampu”.
Disini ada konsep Johari Window atau Jendela Johari yang menggambarkan pengenalan diri kita, ada empat Jendela Johari yaitu:
Ø  Jendela terbuka, hal –hal yang kita tahu tentang diri kita sendiri, tapi oarang lainpun tahu. Misalnya: keadaan fisik, profesi, asal daerah, dll.
Ø  Jendela  tertutup, hal – hal mengenai diri kita yang kita tahu tapi orang lain tidak tahu. Misalnya: isi perasaan, pendapat, kebiasaan tidur, dsb.
Ø  Jendela buta, hal – hal yang kita tidak tahu tentang diri sendiri, tapi orang tahu. Misalnya: hal – hal yang bernilai positif dan negatif kepribadian kita.
Ø  Jendela gelap, hal – hal mengenai diri kita, tapi kita sendiri maupaun orang lain tidak tahu. Ini adalah wiliyah misteri dalam kehidupan.

Jika kita ingin benar – benar mengetahui siapa diri kita, maka kita harus bisa membuka jendela tersebut selebar mungkin, karena semakin kita membuka lebar jendela itu, maka kita akan semakin mengerti sipa diri kita.
Ada beberapa cara untuk kita agar bisa membuka jendela itu selebar mungkin:
Ø  Cobalah untuk selalu terbuka untuk orang lain, jangan menjadi orang yang munafik dengan berlagak diri kita itu perfect. Dengan adanya keterbukaan, maka teman – teman kita pun akan bisa terbuka kepada kita.
Ø  Bersikaplah apa adanya, karena dengan sikap kita yang natural tanpa dibuat – buat, maka kita akan mulai bisa menjadi diri kita sendiri.
Ø  Mau menerima saran maupun kritik dari orang lain. Kritikan negatif akan membuat kita semakin baik.
Ø  Cobalah untuk berteman dengan siapa saja, jangan hanya pada satu komunitas saja, selama itu membawa dampak positif.

Semakin banyak individu mampu mengenali dirinya, maka ia semakin dalam untuk menyenangi dirinya sendiri. Ia juga dapat memahami perasaannya dan juga memahami berbagai alasan pentingnya sesuatu bagi dirinya. Kegiatan memahami diri adalah berusaha mencermati diri secara keseluruhan, bukan hanya sekedar kemampuan dan ketidak mampuan dalam melakukan sesuatu.
Potensi Diri adalah seluruh kemampuan yang dimiliki seseorang baik secara fisik, psikis maupun akademiknya.
Potensi Fisik, kemampuan fisik berhubungan dengan kelebihan pada anggota badan, panca indera maupun kekuatan/kualitasnya. Apa yang dimiliki seseorang  belum tentu dimiliki oleh orang lain.
Potensi Psikis, potensi secara psikis adalah seluruh kemampuan dan kekuatan yang dimiliki seseorang yang berkaitan dengan kemampuan kejiwaan antar lain: intelektual (IQ), bakat dan minat, sifat dan ciri kepribadian.
Cita – cita, salah stu kebutuhan manusia adalah untuk menggapai cita – cita. Dapatkah Anda sekarang ini menyebutkan cita – cita Anda?. Pada umumnya ada rasa enggan, malu atau bahkan belum tahu untuk menyebutnya. Anda pasti berfikir “saya kelek akan menjadi apa?”
Untuk menjawab cita – cita yang Anda inginkan coba lihat kembali hasilkerja dari potensi diri pada materi. Padukan hasil pemahaman terhadap potensi fisik dan psikis yang meliputi sifat/ciri kepribadian, IQ, bakat dan minat untuk mengambil keputusan berkaitan dengan cita – cita karir Anda.
Aspek Bakat dan Minat. Bakat adalah kemampuan yang dibawa oleh seseorang sejak lahir dan bersifat menurun ( genetik ). Pentingnya individu memahami bakat ini adalah agar individu mampu mengembangkan dirinya secara optimal. Bakat akan cepat berkembang dengan baik apabila ditunjang dengan sarana dan prasarana. Oleh karena itu peran semua masyarakat untuk memberi wadah penyaluran bakat-bakat terpendam positif sehingga memunculkan putra-putri berbakan di tanah air kita.Minat adalah rasa tertarik yang kuat terhadap obyek tertentu. Hal ini penting untuk dipahami individu,karena dengan adanya minat yang kuat terhadap obyek pilihan maka prestasi, keberhasilan yang diharapkan mudah tercapai demikian juga sebaliknya. Oleh karena itu perlu penanaman minat terhadap diri individu terhadap berbagai obyek positif,sehingga timbul rasa menyenangi dengan motivasi tinggi.
Aspek Gaya Hidup, Gaya hidup yang diinginkan oleh masing-masing orang berbeda antara satu dengan lainnya. Ada yang ingin bergaya hidup elite, ada yang ingin bergaya hidup biasa-biasa saja atau bergaya hidup sederhana. Oleh karena itu gaya hidup atau “life style”,ini perlu dipahami dengan benar. Individu hendaknya menyesuaikan dengan kemampuannya,sehingga dalam menyikapi hidup ini tidak diperbudak oleh hawa nafsunya.Ketrampilan, kerja keras, pengalaman dan sebagainya akan mempermudah untuk memutuskan gaya hidup seseorang.

















LEMBAR KERJA
1.      Ceritakanlah tentang diri Anda sendiri baik dilihat secara fisik maupun secara psikologis.
a.       Saya secara fisik
-          Tinggi badan               :.....................
-          Berat badan                 :.....................
-          Warna rambut             :.....................
-          Warna kulit                 :.....................
-          ..........................................................
-          ..........................................................
-          ..........................................................
b.      Saya secara psikologis
-          Kecerdasan saya         :....................
-          Minat saya                   :....................
-          Bakat saya                   :.....................
-          ..........................................................
-          ..........................................................
-          ..........................................................

























Tema                                       : Menerima Diri
Pokok Bahasan                       : Cara Menerima Diri             
Aspek Perkembangan             : Kesadaran Diri
Bidang Bimbingan                  : Pribadi
Tujuan Layanan                      : Siswa mampu menerima dirinya sesuai keadaanya

Pengertian Menerima Diri Sendiri
Suatu sikap memandang, melihat sebagaimana adanya dan menerima secara baik disertai rasa percaya diri dan bangga, sambil terus berusaha demi kemajuan dirinya, dapat dikatakan adalah pengertian menerima diri sendiri.
Mencintai diri sendiri, keluarga, lingkungan, dan atribut dalam hidup ini memang susah-susah, gampang. Coba perhatikan, berapa banyakkah orang memutuskan untuk menjadi trendsetter atau follower. Sebenarnya nggak ada masalah, mau menjadi trendsetter atau
follower, karena ternyata ada sebagian orang yang memandang bahwa hidup ini adalah proses, ada juga yang memandang bahwa hidup haruslah “result oriented”, hasil harus real, nyata dan ada juga yang menggabungkan keduanya. Sepertinya tidak ada yang salah dengan pilihan-pilihan itu, bukankah inilah yang membuat cerita hidup jadi makin seru. Apapun pilihannya, semoga pilihan itu selalu mendekatkan kita pada sang pencipta.
Lalu apa hubungannya dengan mencintai diri sendiri? Mencintai diri sendiri di sini sebenarnya lebih dimaksudkan kepada penerimaan atas diri sendiri, atas keadaan/kondisi, strenght and weakness, begitupun juga kejadian dan sejarah dalam hidup. Kita sebut saja self acceptance ya. Harapannya, dengan menerima diri kita sendiri sepenuhnya kita bisa selalu bersyukur Sang Pencipta. Begitu luar biasanya perjalan hidup kita, sejak dari kandungan bunda hingga saat ini. Begitu Maha Pemurahnya Tuhan, kita tidak dikasih PR, besok bangun pagi kalau mau nafas, harus beli oksigen di mana, juga sewaktu kita masih dikandungan, food supply selalu siap, 1 X 24 jam nonstop. Cerita hidup yang jatuh bangun seharusnyalah menjadi penyemangat pagi untuk lebih baik setiap harinya.
Self Acceptance akan menjadi obat buat yang kurang percaya diri, karena tahu bahwa setiap manusia punya strenght and weakness, itu juga berlaku buat dirinya sendiri. Self acceptance juga akan membuatnya bersahabat baik dengan dirinya sendiri, sehingga tidak perlu extra tenaga untuk “berperang” dengan diri sendiri karena merasa tidak pernah puas atas dirinya, atas hidupnya. Padahal masa lalu adalah sejarah. Berapa banyak diantara kita yang tiba-tiba jadi ahli sejarah? Kita muter-muter aja dengan sejarah masa lalu kita, seperti gasing yang diputer. Habis energi terkuras mikir yang mubazir. Padahal sejarah itu hari kemarin. Ada hari ini agar bisa lebih baik dari kemarin. Bukankah hidup bahagia sangat tergantung dari sudut mana kita memandang hidup itu sendiri? Seberapa besar usaha kita untuk mensyukurinya.
            Mengapa seseorang sulit menerima dirinya sendiri? Tidak pernah puas dengan apa yang diperoleh dan dimilikinya ? Tidak pernah menghargai usahanya sendiri bahkan usaha orang lain ? Banyak kemungkinan yang menyebabkan seseorang sulit untuk menerima diri sendiri. Barangkali anda berasal dari keluarga dimana orang tua lebih sering mengkritik anak-anaknya ketimbang memuji. Anda tumbuh menjadi orang yang tidak terbiasa untuk cepat puas, selalu merasa kurang, dan akhirnya sulit untuk menerima diri sendiri bila ada kekurangan di dalamnya. Apa pun kondisi Anda di masa lalu, saat ini sebagai seseorang yang ingin maju dan berkembang, Anda dituntut untuk dapat menerima diri sendiri.Menerima diri sendiri merupakan suatu proses yang harus diusahakan atau diperjuangkan. Butuh kerja keras untuk menerima diri apa adanya. Tujuannya adalah supaya memiliki pertumbuhan mental yang baik, mampu menerima orang lain apa adanya, menjalin relasi interpersonal yang lebih baik, serta dapat menikmati hidup.
Bagaimana untuk bisa menerima diri sendiri ???
Disini ada beberapa cara untuk dapat menerima diri, yaitu:
1.      Gunakan kacamata paradigma baru
Mulailah untuk memandang diri sendiri secara berbeda. Tidak lagi cepat menilai negatif pada diri sendiri. Beri kesempatan pada diri sendiri bahwa Anda layak untuk dihargai. Fokuskan diri pada sisi positif dan negatif secara berimbang.
2.      Tetapkan standart atau target yang realistis
Ada kalanya seseorang sulit untuk menerima diri sendiri karena kegagalan untuk meraih target atau standart yang ditetapkan diri sendiri. Perlu dicermati target atau standart yang ditetapkan itu tidak realistis, terlalu muluk – muluk sehingga sangat sulit untuk dicapai. Untuk orang – orang yang menaruh penghargaan diri sendiri berdasarkan prestasi semata, hal ini bisa meruntuhkan rasa percaya diri. Tetapkanlah standart atau target yang realistis. Bila tidak tercapai janganlah terlalu “down” atau saangat merasa kecewa hingga tidak memberi kaesempatan pada diri sendiri untuk mencoba lagi.

3.      Lakukan sesuatu yang membuat Anda menyukai diri Anda
Berikanlah kasih, pertolongan,dukungan, perhatian, maaf, sehelai surat sederhana, atau apapun kepada teman atau orang lain yang menurut Anda perlu.
4.      Beri pujian kepada orang lain atau diri sendiri
Dengan melakukan hal ini Anda akan menghargai diri Anda ataupun orang lain.
5.      Gunakan kata – kata yang positif kepada diri sendiri
Misalkan ketika Anda diserahkan tanggung jawab untuk mengerjakan suatu pekerjaan tertentu, katakan pada diri sendiri bahwa “saya mampu dan bisa mengerjakan tugas dengan baik”.
6.      Bersyukurlah dengan apa yang Anda miliki
Orang yang bersyukur dengan keberadaan dirinya biasanya akan lebih mudah untuk menerima dirinya sendiri, juga tidak mudah untuk marah, tidak mudah tersinggung dan mampu memberi bagi orang lain.
7.      Galilah potensi diri
Menggali potensi diri dengan cara selalu belajar, meningkatkan kemampuan diri dan memanfaatkan kesempatan – kesempatan serta peluang – peluang yang ada.
8.      Luangkanlah waktu bersama orang lain.
Dalam hal ini   melakukan kegiatan – kegiatan yang positif.
9.      Membaca
Membaca buku – buku pengembangan diri, karena pengembangan diri adalah proses seumur hidup.
Tanda- tanda menerima diri
Dalam hidup sehari-hari, kita sering mendengar ungkapan atau anjuran untuk menerima diri sendiri apa adanya, siapapun kita, anjuran ini terdengar indah, namun kadang sukar untuk dilakukan. Menurut John Powell dalam bukunya “Happines Is An Inside Job” menerima diri sendiri mengandung arti kepuasan yang penuh suka cita menjadi saya. Tanda – tanda menerima itu bisa dilihat dalam kehidupan sehari – hari. Ada 10 tanda yang menurut John Powell tampak dalam diri orang –orang yang menerima diri mereka seperti apa adanya.
Dengan mengetahui tanda – tanda ini, kita bisa belajar untuk menerima diri sendiri apa adanya, siapapun kita, cantik atau tidak kita, bodoh atau pintar kita ataupun biasa – biasa saja.
1.      Selalu bahagia, bahagia disini dalam pengertian tidak membandingkan dirinya dengan orang lain.
2.      Mudah bergaul dengan orang lain, semakin besar rasa menerima diri sendiri, semakin senang kita berada di tengah orang lain  karena kita merasa orang – orang itu juga menerima kita dan senang bersama kita. Perasaan ini membuat kita masuk keruang yang penuh orang dengan rasa percaya diri.
3.      Terbuka untuk dicintai dan dipuji
Kalau kita menerima eksistensi kita sendiri sebagai pribadi, maka kita seyogyanya juga berpikiran terbuka, tidak merasa curiga kalau seseorang dengan tulus memuji kita. Karena dalam hidup ini, kita semua belajar untuk mengatasi kelemahan2 diri sendiri, tapi sebaliknya juga terbuka untuk pujian atas kelebihan-kelebihan kita.
4.      Mampu menjadi diri sendiri yang sejati
Jika kita benar-benar menerima diri sendiri apa adanya, kita akan memancarkan keunikan yang hanya dapat memancar dari penerimaan diri sejati. Dengan kata lain, sebelum mampu menjadi diri sendiri, kita harus bisa menerima diri sendiri dulu. Contohnya, jika kita mencintai atau mengagumi orang lain, maka kita akan bersikap tulus, menyampaikan kesukaan dan kekaguman secara wajar padanya. Kita tidak usah takut salah paham atau salah tafsir dengan ke-terus terangan kita.
5.      Mampu menerima saya yang saat ini, hari ini
Saya yang kemarin adalah sejarah. Saya yang hari esok belum diketahui. Saya terlepas dari masa lalu. Saya adalah siapa saya hari ini. Sekarang ini. Siapa saya dimasa lalu, termasuk semua kesalahan saya, sudah tidak penting.
Mengingat secara terus menerus kesalahan yang kita buat dimasa lampau hanya akan membuat kita menghakimi diri sendiri dengan keras.
6.       Dapat menertawai diri sendiri dengan mudah
Terlalu serius dengan diri sendiri merupakan pertanda kita merasa tidak aman. Ada pepatah Cina kuno yang mengatakan, "Berbahagialah mereka yang dapat tertawa kepada diri mereka sendiri. Mereka tidak akan pernah berhenti dihibur." Orang yang mampu menertawai diri sendiri akan bisa menerima dan mengakui kelemahan dan kebodohanya.
7.      Mampu mengenali dan mengurusi kebutuhan-kebutuhannya sendiri
Orang yang menerima dirinya sendiri mengenal kebutuhan-kebutuhannya, baik kebutuhan fisik, emosional, intelektual, sosial, dan spiritual. Mengabaikan kebutuhan diri sendiri adalah langkah bunuh diri. Kita bisa mengenali kebutuhan diri sendiri kalau kita mencintai dan sayang pada diri sendiri. Rasa sayang ini akan membuat kita juga mampu menyayangi dan menghormati orang lain secara wajar.
8.       Mampu menentukan nasib sendiri
Orang yang menerima diri sendiri mengambil petunjuk dari dalam dirinya sendiri. Bukan dari orang lain. Jika kita benar-benar bergembira dengan diri sendiri, kita akan melakukan apa saja yang kita pikir baik dan selaras. Bukan menurut apa yang dikatakan atau dipikirkan orang lain.
9.       Bisa berhubungan dengan kenyataan
Sikap menerima diri sendiri membuat kita tidak suka melamun atau mengkhayalkan seandainya hidup kita seperti orang lain. Kita menerima dengan tabah kenyataan-kenyataan dalam hidup ini dengan tetap berpegang pada logika kita
10.   Bersikap tegas
Orang yang menerima dirinya sendiri tegas dalam menyatakan sesuatu. Kita dengan tegas menyatakan hak2 kita untuk dipandang secara serius. Hak untuk berpikir dan memilih. Kita juga tidak merasa terpaksa mengalah atau terpaksa menjadi penolong orang yang tidak berdaya. Banyak orang enggan bersikap tegas karena takut keliru. Kita pendam semua pendapat dan keinginan kita. Menerima diri dengan gembira menantang kita bersikap tegas dalam menyatakan sesuatu. Menghormati diri sendiri. Menyatakan diri secara tulus dan berani bersikap terbuka.














LEMBAR KERJA
Jawblah pertanyaan – pertanyaan dibawah ini dengan jujur
1. Apakah Anda dinilai terlalu sensitif oleh teman-teman atau keluarga ?
2. Apakah Anda suka berbantah ?
3. Apakah Anda suka mengecam ?
4. Apakah Anda tidak toleran terhadap orang lain ? Terhadap ide-ide mereka ?
5. Apakah Anda termasuk orang yang sangat mudah marah ?
6. Apakah Anda sulit memberi maaf ?
7. Apakah Anda cemburu buta ?
8. Apakah Anda pendengar yang tidak baik ?
9. Apakah Anda materialistis secara berlebihan ? Takut miskin ?
10. Apakah Anda sangat terpukau pada titel, gelar, kehormatan, dan pangkat ?
11. Apakah Anda orang yang tidak mau kalah ?
12. Apakah Anda sulit menerima pujian ?















Tema                                       : Mengarahkan Diri
Pokok Bahasan                       : Pengaruh yang menghambat potensi diri
Aspek Perkembangan             : Landasan perilaku etis
Bidang Bimbingan                  : Pribadi
Tujuan Layanan                      : Memberi pemahaman kepada siswa tentang pengarahan diri

            Mengarahkan diri sendiri (self direction) berarti kita bertindak dengan kebebasan tanpa dipengaruhi oleh apa saja yang sudah sejak lama tertanam dalam benak, sehingga ia merupakan penghalang. Dalam bertindak kita melangkah bebas dari apa yang didapatkan pada masa pertumbuhan, sehingga dapat melihat dunia seadanya dan bukan sebagaimana yang seharusnya seperti yang ditanamkan dalam masa kanak-kanak.
Pengarahan diri-sendiri bukan berarti lantas kita menolak semua nilai yang didapatkan pada masa pertumbuhan, melainkan untuk melihat, menilai, lalu menentukan sendiri apa yang terbaik untuk diri kita sendiri di masa kini.
            Sebelas pengaruh yang dapat menghambat, malahan menghancurkan potensi yang ada dalam diri kita untuk melangkah maju.
1.      Kecenderungan untuk membebek, mengikuti pendapat orang lain, walaupun kita sebenarnya tidak menyetujuinya.
2.      selalu saja merasa malu, merasa tidak enak, walaupun tidak melakukan kesalahan.
3.      Jauh lebih penting bekerja untuk sekadar mencari makan dan kemudian mendapatkan kemudahan dari pada melakukan pekerjaan yang memang memberikan kepuasan batin.
4.      Selalu memberi penjelasan pada orang lain tentang apa saja yang dikerjakan.
5.      Mempunyai perasaan seakan-akan lebih banyak orang yang membenci dan tak menyukai.
6.      Selalu ingin menolong, memberi jasa meskipun ia sebenarnya tidak mau (karena bantuan akan mengganggu dirinya).
7.      Selalu cemas, apa yang akan dikatakan orang lain terhadap diri sendiri.
8.      Apapun yang tejadi, selalu berusaha tetap pada waktunya, sehingga tujuan hidup yang utama adalah untuk menepati waktu.
9.      Selalu merasa tidak enak untuk menanyakan sesuatu.
10.  Merasa sulit untuk meminta pertolongan, dan jarang ada yang mau menolong.
11.  Merasa malu kalau menanyakan kamar mandi (WC) -saat berada di rumah orang lain-sehingga selalu menderita menahan apabila ingin ke kamar kecil.

Apa yang baru disebutkan di atas tadi adalah beberapa contoh tentang gejala Rasa Rendah Diri. Tentu saja kita dapat mengubah cara berpikir serupa itu. Ini adalah apa yang tertanam jauh di bawah sadar sehingga merupakan penghalang, malahan amat merusak. Banyak cara telah di kemukakan para ahli, bagaimana untuk menghilangkan semua yang merusak atau hal negatif dalam dirikita, akan tetapi yang paling utama adalah mengadakan perubahan itu pada saat ini juga. Mulailah meyakinkan diri sendiri, sebenarnyalah diri kita mempunyai potensi.

LEMBAR KERJA
Jawablah !!
1.      Apa yang dimaksud dengan mengarahkan diri ?
2.      Untuk apa pengarahan diri itu ?










Tema                                       : Mengambil keputusan diri
Pokok Bahasan                       : Pengertian pengambilan keputusan
Aspek perkembangan              : Pola pikir diri
Bidang Bimbingan                  : Pribadi
Tujuan Layanan                      : Memberikan pemahaman kepada siswa tentang keputusan diri

            Pengambilan keputusan adalah proses untuk memilih satu jalan untuk berperilaku dari beberapa pilihan jalan. Pengambilan keputusan dapat menentukan proses pemecahan masalah yang sedang dihadapi. Untuk meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan, seseorang harus memahami dirinya sendiri, nilai-nilai yang dimilikinya, dan kemampuan yang dimiliki. Nilai-nilai ini adalah pendapat kita tentang sesuatu ”yang benar” dan sesuatu ”yang salah”. Hal ini merupakan cerminan dari apa yang kita anggap penting dalam kehidupan. Nilai-nilai ini berkembang melalui pengalaman di dalam keluarga, bersama teman, melalui ajaran agama, sekolah, organisasi, dan masyarakat secara umum dimana kita berada.
            Nilai-nilai memberikan makna dalam hidup kita dengan cara mengarahkan kita untuk menyusun prioritas, membuat kita dapat memutuskan tujuan dan perilaku mana yang lebih bermanfaat dan tujuan atau perilaku mana yang kurang penting. Dengan mengetahui nilai-nilai dalam keluarga akan membantu anggota keluarga membuat tujuan, membuat keputusan yang memang dibutuhkan, dan mengarahkan perilaku untuk menemukan tujuan bersama.
Seorang pengambil keputusan juga harus memiliki pengetahuan tentang lingkungannya, yaitu kesempatan-kesempatan, keterbatasan-keterbatasan, dan kemungkinan-kemungkinan untuk menuju perubahan. Jika seseorang hanya memiliki satu alternatif saja, atau tidak menerima lebih dari satu jalan untuk melakukan sesuatu, orang tersebut tidak sedang melakukan proses pengambilan keputusan. Bagaimanapun juga, bahkan dalam situasi dengan pilihan yang terbatas, yaitu pilihan untuk melakukan atau tidak melakukan, proses pengambilan keputusan dibutuhkan. Meskipun banyak sekali keputusan dibuat berdasarkan faktor kebiasaan, keputusan-keputusan lain membutuhkan pertimbangan lebih dari satu alternatif.
Kemampuan dalam mengambil keputusan dapat membantu kita meraih tujuan (baik dalam pekerjaan, sekolah, atau kehidupan pribadi) serta menghindari kesalahan. Kehidupan kita adalah selalu dalam persoalan membuat keputusan. Setiap orang membuat keputusan. Beberapa orang mengambil keputusan untuk hal-hal yang dampaknya jangka pendek seperti memutuskan akan memakai baju yang mana untuk digunakan ke pesta. Orang lain mungkin lebih kompleks dan dampaknya dirasakan dalam jangka panjang, misalnya, apa yang akan dilakukan setelah lulus sekolah.
Pengambilan keputusan tidak selalu mudah. Untuk meyakinkan seseorang mendapatkan hasil yang menyenangkan, seseorang harus mempertimbangkannya dengan banyak faktor. Pengalaman dalam mengambil keputusan dapat menjadi modal ketika seseorang dihadapkan pada proses pengambilan keputusan yang baru.
Jika seseorang menghadapi suatu pengambilan keputusan yang sulit, biasanya akan berpengaruh pada seseorang tersebut sehingga merasa : terbebani, stres, cemas, jengkel, frustrasi, depresi, bingung, merasa mendapatkan tekanan baik dari diri sendiri maupun orang lain, sakit fisik (biasanya sakit kepala atau migrain), tidak dapat berkonsentrasi, merasa lelah, atau gangguan tidur. Namun ada juga orang yang ketika menghadapi pengambilan keputusan yang sulit justru merasa tertantang dan bersemangat.
Jika hal-hal tersebut kita rasakan, hal terpenting adalah memperhatikan diri kita sendiri. Luangkan waktu untuk melakukan sesuatu yang kita senangi. Akan lebih baik lagi jika kita bisa berbicara pada orang lain yang kita percaya, entah itu anggota keluarga, teman, atau konselor.

LEMBAR KERJA
PERTANYAAN        : Menurut Anda apa itu pengambilan keputusan ?
JAWAB                      : ...............................................................................






Tema                                       : Merealisasikan Keputusannya Secara Bertanggung Jawab
Pokok Bahasan                       : Tanggung Jawab Diri
Aspek Perkembangan             : Kesadaran Tanggung Jawab
Bidang Bimbingan                  : Pribadi
Tujuan Layanan                      : Siswa memahami dan mampu melaksanakan batas – batas
                                                 tanggung jawab dirinya dalam kehidupan sehari – hari

            Tanggung jawab terhadap diri sendiri merupakan dasar untuk melaksanakan kewajiban – kewajiban lainnya. Tanggung jawab terhadap diri sendiri berarti kita melaksanakan tugas dan kewajiban sehari – hari untuk kepentingan diri sendiri secara rutin. Jika kita melalaikan tanggung jawab terhadap diri sendiri, bagaimana mungkin kita dapat melaksanakan tanggung jawab terhadap yang lainnya ? Sebagai contoh, siswa tidak rajin belajar sehingga memiliki nilai rendah tidak mungkin bisa mewakili sekolah  mengikuti perlombaan suatu mata pelajaran.
            Salah satu bentuk kedewasaan pada seseorang adalah mampu bertanggung jawab terhadap segala tingkah laku yang dilakukan. Tanggung jawab minimal yang sudah harus dimiliki adalah tanggung jawab terhadap kebutuhannya sendiri meski dalam hal ini pemenuhan kebutuhan yang sifatnya primer tetep harus dapat dipenuhi oleh dirinya sendiri tanpa perlu adanya campur tangan pihak kedua termasuk dari orang tua.
            Kebutuhan yang dimaksud adalah hal – hal yang menyangkut tentang pemenuhan hidup yang paling mendasar. Misalnya: menjaga kesehatan diri sendiri, memenuhi kewajiban yang menjadi tanggung jawabnya, seperti belajar, mengerjakan tugas, melakukan hobi yang bermanfaat dsb yang semuanya secara langsung maupun tidak langsung berperan besar bagi dirinya sendiri sekarang maupun kelak. Adalah sangat tidak tepat apabila siswa/pelajar masih dikontrol oleh orang tua maupun pihak lain dalam melakukan tugas: belajar, membantu pekerjaan orang tua dirumah, apalagi kegiatan yang sifatnya primer seperti: mandi, makan, maupun menjaga kebersihan diri lainya.

LEMBAR KERJA
1.      Tuliskanlah beberapa kegiatan dirumah yang menjadi tanggung jawab secara pribadi !
2.      Tuliskanlah beberapa kegiatan di rumah/di masyarakat yang menjadi tanggung jawab bersama anggota keluarga/masyarakat !






Tidak ada komentar:

Posting Komentar