MATERI
LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Tema :
Memahami Diri
Pokok Bahasan : Mengenali Diri
Aspek Perkembangan : Pengembangan Pribadi
Bidang Bimbingan : Pribadi
Tujuan
Layanan : Siswa
memahami diri sendiri serta menerime perkembangan
fisik dan psikis
awal remaja serta dapat hidup penuh
percaya
diri.
Manusia diciptakan oleh Allah SWT
sebagai makhluk yang paling sempurna juga sebagai makhluk yang unik. Dikatakan
sebagai makhluk paling sempurna karena manusia diberikan akal dan pikiran yang
dinamis untuk selalu berkembang,berinovasi sekuat tenaga. Sedangkan makhluk
hidup lainnya seperti hewan,tumbuhan secara kodrati seperti rutinitas dalam
hidupnya yaitu makan,minum,beranak..siklus mereka hanya begitu saja.
Manusia
dikatakan sebagai makhluk yang unik karena antara yang satu dengan lainnya
berbeda. Bahkan bayi kembar berapun jumlahnya, mereka mempunyai karakteristik
yang berbeda-beda. Itulah kebesaran Allah SWT sebagai sang Khaliq. Oleh karena
itu kegiatan memahami diri merupakan suatu hal yang sangat penting bagi setiap
insan dalam mencapai kesuksesan hidup.
Di zaman
sekarang ini banyak orang hidup bukan menjadi dirinya sendiri melainkan orang
lain, bahkan tiap orang mempunyai topeng masing – masing hingga tidak mengenali
diri sendiri. Ini semua dikarenakan pengaruh dunia luar dan lingkungan dimana
kita bergaul. Setiap orang hidup itu pasti menggunakan topeng, disaat seseorang
orang menghadapi orang tua mereka pasti perlaakuannya seperti ini, disaat
seseorang menghadapi orang lain itu akan seperti itu, kemudian disaat mereka
menghadapi orang yang mereka cintai maka akan berbeda lagi. Topeng disini dapat
diartikan penyesuaian. Keadaan tersebut akan menjadikan banyak orang maupun
kita tidak dapat mengenali diri sendiri. Ketika kita bergaul terkadang tidak
menjadi diri kita sendiri. Bahkan kita tidak tahu kemana arah diri kita, siapa
kita? Mau apa kita? Pengenalan terhadap diri kita sendiri akan membuat kita
lebih mengenali diri sendiri dan mengerti apa yang sebenarnya ada pada dalam
diri kita.
Pemahaman
Diri upaya yang dilakukan oleh seseorang untuk mengetahui kelebihan dan
kekurangan yang ada pada diri sendiri. “Who
am I ?” artinya siapa saya ?. Pertanyaan itu sangatlah sederhana, tetapi
mungkin memerlukan jawaban yang mendalam, karena banyak aspek yang harus
diungkap. Aspek-aspek tersebut baik yang menyangkut kelebihan maupun
kekurangannya, yang meliputi aspek : fisik, psikis, minat, bakat, cita-cita,
kebutuhan-kebutuhan pokok serta gaya hidup yang diinginkan.
Berikut ini
ada sedikit cara untuk bisa mengenali diri kita sendiri. Didalam mengenali diri
sendiri kita harus tahu bagaimana diri kita sebenarnya , fakta seperti apa yang
ada dalam diri kita. Fakta disini mengacu pada realita hidup kita selama ini,
kenyataan yang kita hadapi selama ini.
Tentang siapa saya ?
Seperti apa saya ini ?
Seperti apa kehidupan saya ?
Apa kelebihan saya ?
Apa kekurangan saya ?
Setelah kita
dapat mengetahui tentang diri kita, maka kita dapat memberikan komentar untuk diri
kita sendiri. Menyimpulkan tentang “ini lho
saya, saya ini orangnya seperti ini”. Jika kita sudah memahami diri
sendiri, maka kita secara otomatis kita akan menyadari tentang kemampuan kita
sendiri, sehingga kita akan memberikan batasan antara “saya mampu, saya tidak mampu”.
Disini ada
konsep Johari Window atau Jendela Johari yang menggambarkan pengenalan diri
kita, ada empat Jendela Johari yaitu:
Ø Jendela
terbuka, hal –hal yang kita tahu tentang diri kita sendiri, tapi oarang lainpun
tahu. Misalnya: keadaan fisik, profesi, asal daerah, dll.
Ø Jendela tertutup, hal – hal mengenai diri kita yang
kita tahu tapi orang lain tidak tahu. Misalnya: isi perasaan, pendapat,
kebiasaan tidur, dsb.
Ø Jendela
buta, hal – hal yang kita tidak tahu tentang diri sendiri, tapi orang tahu.
Misalnya: hal – hal yang bernilai positif dan negatif kepribadian kita.
Ø Jendela
gelap, hal – hal mengenai diri kita, tapi kita sendiri maupaun orang lain tidak
tahu. Ini adalah wiliyah misteri dalam kehidupan.
Jika kita ingin benar – benar
mengetahui siapa diri kita, maka kita harus bisa membuka jendela tersebut
selebar mungkin, karena semakin kita membuka lebar jendela itu, maka kita akan
semakin mengerti sipa diri kita.
Ada beberapa cara untuk kita agar bisa membuka jendela
itu selebar mungkin:
Ø Cobalah
untuk selalu terbuka untuk orang lain, jangan menjadi orang yang munafik dengan
berlagak diri kita itu perfect. Dengan adanya keterbukaan, maka teman – teman
kita pun akan bisa terbuka kepada kita.
Ø Bersikaplah
apa adanya, karena dengan sikap kita yang natural tanpa dibuat – buat, maka
kita akan mulai bisa menjadi diri kita sendiri.
Ø Mau menerima
saran maupun kritik dari orang lain. Kritikan negatif akan membuat kita semakin
baik.
Ø Cobalah
untuk berteman dengan siapa saja, jangan hanya pada satu komunitas saja, selama
itu membawa dampak positif.
Semakin banyak individu mampu
mengenali dirinya, maka ia semakin dalam untuk menyenangi dirinya sendiri. Ia
juga dapat memahami perasaannya dan juga memahami berbagai alasan pentingnya
sesuatu bagi dirinya. Kegiatan memahami diri adalah berusaha mencermati diri
secara keseluruhan, bukan hanya sekedar kemampuan dan ketidak mampuan dalam
melakukan sesuatu.
Potensi Diri
adalah
seluruh kemampuan yang dimiliki seseorang baik secara fisik, psikis maupun
akademiknya.
Potensi
Fisik, kemampuan fisik berhubungan dengan kelebihan pada anggota badan, panca
indera maupun kekuatan/kualitasnya. Apa yang dimiliki seseorang belum tentu dimiliki oleh orang lain.
Potensi
Psikis, potensi secara psikis adalah seluruh kemampuan dan kekuatan yang dimiliki
seseorang yang berkaitan dengan kemampuan kejiwaan antar lain: intelektual
(IQ), bakat dan minat, sifat dan ciri kepribadian.
Cita – cita, salah stu
kebutuhan manusia adalah untuk menggapai cita – cita. Dapatkah Anda sekarang
ini menyebutkan cita – cita Anda?. Pada umumnya ada rasa enggan, malu atau
bahkan belum tahu untuk menyebutnya. Anda pasti berfikir “saya kelek akan
menjadi apa?”
Untuk menjawab cita – cita yang Anda inginkan coba
lihat kembali hasilkerja dari potensi diri pada materi. Padukan hasil pemahaman
terhadap potensi fisik dan psikis yang meliputi sifat/ciri kepribadian, IQ,
bakat dan minat untuk mengambil keputusan berkaitan dengan cita – cita karir
Anda.
Aspek Bakat dan Minat. Bakat adalah kemampuan yang dibawa oleh
seseorang sejak lahir dan bersifat menurun ( genetik ). Pentingnya individu
memahami bakat ini adalah agar individu mampu mengembangkan dirinya secara
optimal. Bakat akan cepat berkembang dengan baik apabila ditunjang dengan
sarana dan prasarana. Oleh karena itu peran semua masyarakat untuk memberi
wadah penyaluran bakat-bakat terpendam positif sehingga memunculkan putra-putri
berbakan di tanah air kita.Minat
adalah rasa tertarik yang kuat terhadap obyek tertentu. Hal ini penting untuk
dipahami individu,karena dengan adanya minat yang kuat terhadap obyek pilihan
maka prestasi, keberhasilan yang diharapkan mudah tercapai demikian juga
sebaliknya. Oleh karena itu perlu penanaman minat terhadap diri individu
terhadap berbagai obyek positif,sehingga timbul rasa menyenangi dengan motivasi
tinggi.
Aspek Gaya
Hidup, Gaya hidup yang diinginkan oleh masing-masing orang berbeda antara satu
dengan lainnya. Ada yang ingin bergaya hidup elite, ada yang ingin bergaya
hidup biasa-biasa saja atau bergaya hidup sederhana. Oleh karena itu gaya hidup
atau “life style”,ini perlu dipahami
dengan benar. Individu hendaknya menyesuaikan dengan kemampuannya,sehingga
dalam menyikapi hidup ini tidak diperbudak oleh hawa nafsunya.Ketrampilan,
kerja keras, pengalaman dan sebagainya akan mempermudah untuk memutuskan gaya
hidup seseorang.
LEMBAR KERJA
1. Ceritakanlah
tentang diri Anda sendiri baik dilihat secara fisik maupun secara psikologis.
a. Saya
secara fisik
-
Tinggi badan :.....................
-
Berat badan :.....................
-
Warna rambut :.....................
-
Warna kulit :.....................
-
..........................................................
-
..........................................................
-
..........................................................
b. Saya
secara psikologis
-
Kecerdasan saya :....................
-
Minat saya :....................
-
Bakat saya :.....................
-
..........................................................
-
..........................................................
-
..........................................................
Tema :
Menerima Diri
Pokok Bahasan : Cara Menerima Diri
Aspek Perkembangan : Kesadaran Diri
Bidang Bimbingan : Pribadi
Tujuan Layanan : Siswa mampu menerima dirinya sesuai keadaanya
Pengertian
Menerima Diri Sendiri
Suatu
sikap memandang, melihat sebagaimana adanya dan menerima secara baik disertai
rasa percaya diri dan bangga, sambil terus berusaha demi kemajuan dirinya,
dapat dikatakan adalah pengertian menerima diri sendiri.
Mencintai diri sendiri, keluarga, lingkungan, dan atribut dalam hidup ini memang susah-susah, gampang. Coba perhatikan, berapa banyakkah orang memutuskan untuk menjadi trendsetter atau follower. Sebenarnya nggak ada masalah, mau menjadi trendsetter atau
follower, karena ternyata ada sebagian orang yang memandang bahwa hidup ini adalah proses, ada juga yang memandang bahwa hidup haruslah “result oriented”, hasil harus real, nyata dan ada juga yang menggabungkan keduanya. Sepertinya tidak ada yang salah dengan pilihan-pilihan itu, bukankah inilah yang membuat cerita hidup jadi makin seru. Apapun pilihannya, semoga pilihan itu selalu mendekatkan kita pada sang pencipta.
Lalu apa hubungannya dengan mencintai diri sendiri? Mencintai diri sendiri di sini sebenarnya lebih dimaksudkan kepada penerimaan atas diri sendiri, atas keadaan/kondisi, strenght and weakness, begitupun juga kejadian dan sejarah dalam hidup. Kita sebut saja self acceptance ya. Harapannya, dengan menerima diri kita sendiri sepenuhnya kita bisa selalu bersyukur Sang Pencipta. Begitu luar biasanya perjalan hidup kita, sejak dari kandungan bunda hingga saat ini. Begitu Maha Pemurahnya Tuhan, kita tidak dikasih PR, besok bangun pagi kalau mau nafas, harus beli oksigen di mana, juga sewaktu kita masih dikandungan, food supply selalu siap, 1 X 24 jam nonstop. Cerita hidup yang jatuh bangun seharusnyalah menjadi penyemangat pagi untuk lebih baik setiap harinya.
Self Acceptance akan menjadi obat buat yang kurang percaya diri, karena tahu bahwa setiap manusia punya strenght and weakness, itu juga berlaku buat dirinya sendiri. Self acceptance juga akan membuatnya bersahabat baik dengan dirinya sendiri, sehingga tidak perlu extra tenaga untuk “berperang” dengan diri sendiri karena merasa tidak pernah puas atas dirinya, atas hidupnya. Padahal masa lalu adalah sejarah. Berapa banyak diantara kita yang tiba-tiba jadi ahli sejarah? Kita muter-muter aja dengan sejarah masa lalu kita, seperti gasing yang diputer. Habis energi terkuras mikir yang mubazir. Padahal sejarah itu hari kemarin. Ada hari ini agar bisa lebih baik dari kemarin. Bukankah hidup bahagia sangat tergantung dari sudut mana kita memandang hidup itu sendiri? Seberapa besar usaha kita untuk mensyukurinya.
Mencintai diri sendiri, keluarga, lingkungan, dan atribut dalam hidup ini memang susah-susah, gampang. Coba perhatikan, berapa banyakkah orang memutuskan untuk menjadi trendsetter atau follower. Sebenarnya nggak ada masalah, mau menjadi trendsetter atau
follower, karena ternyata ada sebagian orang yang memandang bahwa hidup ini adalah proses, ada juga yang memandang bahwa hidup haruslah “result oriented”, hasil harus real, nyata dan ada juga yang menggabungkan keduanya. Sepertinya tidak ada yang salah dengan pilihan-pilihan itu, bukankah inilah yang membuat cerita hidup jadi makin seru. Apapun pilihannya, semoga pilihan itu selalu mendekatkan kita pada sang pencipta.
Lalu apa hubungannya dengan mencintai diri sendiri? Mencintai diri sendiri di sini sebenarnya lebih dimaksudkan kepada penerimaan atas diri sendiri, atas keadaan/kondisi, strenght and weakness, begitupun juga kejadian dan sejarah dalam hidup. Kita sebut saja self acceptance ya. Harapannya, dengan menerima diri kita sendiri sepenuhnya kita bisa selalu bersyukur Sang Pencipta. Begitu luar biasanya perjalan hidup kita, sejak dari kandungan bunda hingga saat ini. Begitu Maha Pemurahnya Tuhan, kita tidak dikasih PR, besok bangun pagi kalau mau nafas, harus beli oksigen di mana, juga sewaktu kita masih dikandungan, food supply selalu siap, 1 X 24 jam nonstop. Cerita hidup yang jatuh bangun seharusnyalah menjadi penyemangat pagi untuk lebih baik setiap harinya.
Self Acceptance akan menjadi obat buat yang kurang percaya diri, karena tahu bahwa setiap manusia punya strenght and weakness, itu juga berlaku buat dirinya sendiri. Self acceptance juga akan membuatnya bersahabat baik dengan dirinya sendiri, sehingga tidak perlu extra tenaga untuk “berperang” dengan diri sendiri karena merasa tidak pernah puas atas dirinya, atas hidupnya. Padahal masa lalu adalah sejarah. Berapa banyak diantara kita yang tiba-tiba jadi ahli sejarah? Kita muter-muter aja dengan sejarah masa lalu kita, seperti gasing yang diputer. Habis energi terkuras mikir yang mubazir. Padahal sejarah itu hari kemarin. Ada hari ini agar bisa lebih baik dari kemarin. Bukankah hidup bahagia sangat tergantung dari sudut mana kita memandang hidup itu sendiri? Seberapa besar usaha kita untuk mensyukurinya.
Mengapa seseorang sulit menerima
dirinya sendiri? Tidak pernah puas dengan apa yang
diperoleh dan dimilikinya ? Tidak pernah menghargai usahanya sendiri bahkan
usaha orang lain ? Banyak kemungkinan yang menyebabkan seseorang sulit untuk
menerima diri sendiri. Barangkali anda berasal dari keluarga dimana orang tua
lebih sering mengkritik anak-anaknya ketimbang memuji. Anda tumbuh menjadi
orang yang tidak terbiasa untuk cepat puas, selalu merasa kurang, dan akhirnya
sulit untuk menerima diri sendiri bila ada kekurangan di dalamnya. Apa pun
kondisi Anda di masa lalu, saat ini sebagai seseorang yang ingin maju dan
berkembang, Anda dituntut untuk dapat menerima diri sendiri.Menerima diri
sendiri merupakan suatu proses yang harus diusahakan atau diperjuangkan. Butuh
kerja keras untuk menerima diri apa adanya. Tujuannya adalah supaya memiliki
pertumbuhan mental yang baik, mampu menerima orang lain apa adanya, menjalin
relasi interpersonal yang lebih baik, serta dapat menikmati hidup.
Bagaimana
untuk bisa menerima diri sendiri ???
Disini
ada beberapa cara untuk dapat menerima diri, yaitu:
1. Gunakan
kacamata paradigma baru
Mulailah
untuk memandang diri sendiri secara berbeda. Tidak lagi cepat menilai negatif
pada diri sendiri. Beri kesempatan pada diri sendiri bahwa Anda layak untuk
dihargai. Fokuskan diri pada sisi positif dan negatif secara berimbang.
2. Tetapkan
standart atau target yang realistis
Ada
kalanya seseorang sulit untuk menerima diri sendiri karena kegagalan untuk
meraih target atau standart yang ditetapkan diri sendiri. Perlu dicermati
target atau standart yang ditetapkan itu tidak realistis, terlalu muluk – muluk
sehingga sangat sulit untuk dicapai. Untuk orang – orang yang menaruh
penghargaan diri sendiri berdasarkan prestasi semata, hal ini bisa meruntuhkan
rasa percaya diri. Tetapkanlah standart atau target yang realistis. Bila tidak
tercapai janganlah terlalu “down” atau saangat merasa kecewa hingga tidak
memberi kaesempatan pada diri sendiri untuk mencoba lagi.
3. Lakukan
sesuatu yang membuat Anda menyukai diri Anda
Berikanlah
kasih, pertolongan,dukungan, perhatian, maaf, sehelai surat sederhana, atau
apapun kepada teman atau orang lain yang menurut Anda perlu.
4. Beri
pujian kepada orang lain atau diri sendiri
Dengan
melakukan hal ini Anda akan menghargai diri Anda ataupun orang lain.
5. Gunakan
kata – kata yang positif kepada diri sendiri
Misalkan
ketika Anda diserahkan tanggung jawab untuk mengerjakan suatu pekerjaan
tertentu, katakan pada diri sendiri bahwa “saya mampu dan bisa mengerjakan
tugas dengan baik”.
6. Bersyukurlah
dengan apa yang Anda miliki
Orang
yang bersyukur dengan keberadaan dirinya biasanya akan lebih mudah untuk
menerima dirinya sendiri, juga tidak mudah untuk marah, tidak mudah tersinggung
dan mampu memberi bagi orang lain.
7. Galilah
potensi diri
Menggali
potensi diri dengan cara selalu belajar, meningkatkan kemampuan diri dan
memanfaatkan kesempatan – kesempatan serta peluang – peluang yang ada.
8. Luangkanlah
waktu bersama orang lain.
Dalam
hal ini melakukan kegiatan – kegiatan
yang positif.
9. Membaca
Membaca
buku – buku pengembangan diri, karena pengembangan diri adalah proses seumur
hidup.
Tanda- tanda menerima diri
Dalam hidup sehari-hari, kita sering
mendengar ungkapan atau anjuran untuk menerima diri sendiri apa adanya,
siapapun kita, anjuran ini terdengar indah, namun kadang sukar untuk dilakukan.
Menurut John Powell dalam bukunya “Happines Is An Inside Job” menerima diri
sendiri mengandung arti kepuasan yang penuh suka cita menjadi saya. Tanda –
tanda menerima itu bisa dilihat dalam kehidupan sehari – hari. Ada 10 tanda
yang menurut John Powell tampak dalam diri orang –orang yang menerima diri
mereka seperti apa adanya.
Dengan
mengetahui tanda – tanda ini, kita bisa belajar untuk menerima diri sendiri apa
adanya, siapapun kita, cantik atau tidak kita, bodoh atau pintar kita ataupun
biasa – biasa saja.
1. Selalu
bahagia, bahagia disini dalam pengertian tidak membandingkan dirinya dengan
orang lain.
2. Mudah
bergaul dengan orang lain, semakin besar rasa menerima diri sendiri, semakin
senang kita berada di tengah orang lain
karena kita merasa orang – orang itu juga menerima kita dan senang
bersama kita. Perasaan ini membuat kita masuk keruang yang penuh orang dengan
rasa percaya diri.
3. Terbuka
untuk dicintai dan dipuji
Kalau
kita menerima eksistensi kita sendiri sebagai pribadi, maka kita seyogyanya
juga berpikiran terbuka, tidak merasa curiga kalau seseorang dengan tulus
memuji kita. Karena dalam hidup ini, kita semua belajar untuk mengatasi
kelemahan2 diri sendiri, tapi sebaliknya juga terbuka untuk pujian atas
kelebihan-kelebihan kita.
4.
Mampu menjadi
diri sendiri yang sejati
Jika
kita benar-benar menerima diri sendiri apa adanya, kita akan memancarkan
keunikan yang hanya dapat memancar dari penerimaan diri sejati. Dengan kata
lain, sebelum mampu menjadi diri sendiri, kita harus bisa menerima diri sendiri
dulu. Contohnya, jika kita mencintai atau mengagumi orang lain, maka kita akan
bersikap tulus, menyampaikan kesukaan dan kekaguman secara wajar padanya. Kita
tidak usah takut salah paham atau salah tafsir dengan ke-terus terangan kita.
5.
Mampu menerima
saya yang saat ini, hari ini
Saya
yang kemarin adalah sejarah. Saya yang hari esok belum diketahui. Saya terlepas
dari masa lalu. Saya adalah siapa saya hari ini. Sekarang ini. Siapa saya
dimasa lalu, termasuk semua kesalahan saya, sudah tidak penting.
Mengingat secara terus menerus kesalahan yang kita buat dimasa lampau hanya akan membuat kita menghakimi diri sendiri dengan keras.
Mengingat secara terus menerus kesalahan yang kita buat dimasa lampau hanya akan membuat kita menghakimi diri sendiri dengan keras.
6.
Dapat menertawai diri sendiri dengan mudah
Terlalu
serius dengan diri sendiri merupakan pertanda kita merasa tidak aman. Ada
pepatah Cina kuno yang mengatakan, "Berbahagialah mereka yang dapat
tertawa kepada diri mereka sendiri. Mereka tidak akan pernah berhenti
dihibur." Orang yang mampu menertawai diri sendiri akan bisa menerima dan
mengakui kelemahan dan kebodohanya.
7.
Mampu mengenali
dan mengurusi kebutuhan-kebutuhannya sendiri
Orang
yang menerima dirinya sendiri mengenal kebutuhan-kebutuhannya, baik kebutuhan
fisik, emosional, intelektual, sosial, dan spiritual. Mengabaikan kebutuhan
diri sendiri adalah langkah bunuh diri. Kita bisa mengenali kebutuhan diri
sendiri kalau kita mencintai dan sayang pada diri sendiri. Rasa sayang ini akan
membuat kita juga mampu menyayangi dan menghormati orang lain secara wajar.
8.
Mampu menentukan nasib sendiri
Orang
yang menerima diri sendiri mengambil petunjuk dari dalam dirinya sendiri. Bukan
dari orang lain. Jika kita benar-benar bergembira dengan diri sendiri, kita
akan melakukan apa saja yang kita pikir baik dan selaras. Bukan menurut apa
yang dikatakan atau dipikirkan orang lain.
9.
Bisa berhubungan dengan kenyataan
Sikap
menerima diri sendiri membuat kita tidak suka melamun atau mengkhayalkan
seandainya hidup kita seperti orang lain. Kita menerima dengan tabah
kenyataan-kenyataan dalam hidup ini dengan tetap berpegang pada logika kita
10.
Bersikap tegas
Orang
yang menerima dirinya sendiri tegas dalam menyatakan sesuatu. Kita dengan tegas
menyatakan hak2 kita untuk dipandang secara serius. Hak untuk berpikir dan
memilih. Kita juga tidak merasa terpaksa mengalah atau terpaksa menjadi
penolong orang yang tidak berdaya. Banyak orang enggan bersikap tegas karena
takut keliru. Kita pendam semua pendapat dan keinginan kita. Menerima diri
dengan gembira menantang kita bersikap tegas dalam menyatakan sesuatu.
Menghormati diri sendiri. Menyatakan diri secara tulus dan berani bersikap
terbuka.
LEMBAR KERJA
Jawblah pertanyaan – pertanyaan dibawah ini dengan
jujur
1.
Apakah Anda dinilai terlalu sensitif oleh teman-teman atau keluarga ?
2. Apakah Anda suka berbantah ?
3. Apakah Anda suka mengecam ?
4. Apakah Anda tidak toleran terhadap orang lain ? Terhadap ide-ide mereka ?
5. Apakah Anda termasuk orang yang sangat mudah marah ?
6. Apakah Anda sulit memberi maaf ?
7. Apakah Anda cemburu buta ?
8. Apakah Anda pendengar yang tidak baik ?
9. Apakah Anda materialistis secara berlebihan ? Takut miskin ?
10. Apakah Anda sangat terpukau pada titel, gelar, kehormatan, dan pangkat ?
11. Apakah Anda orang yang tidak mau kalah ?
12. Apakah Anda sulit menerima pujian ?
2. Apakah Anda suka berbantah ?
3. Apakah Anda suka mengecam ?
4. Apakah Anda tidak toleran terhadap orang lain ? Terhadap ide-ide mereka ?
5. Apakah Anda termasuk orang yang sangat mudah marah ?
6. Apakah Anda sulit memberi maaf ?
7. Apakah Anda cemburu buta ?
8. Apakah Anda pendengar yang tidak baik ?
9. Apakah Anda materialistis secara berlebihan ? Takut miskin ?
10. Apakah Anda sangat terpukau pada titel, gelar, kehormatan, dan pangkat ?
11. Apakah Anda orang yang tidak mau kalah ?
12. Apakah Anda sulit menerima pujian ?
Tema :
Mengarahkan Diri
Pokok Bahasan : Pengaruh yang
menghambat potensi diri
Aspek Perkembangan : Landasan perilaku etis
Bidang Bimbingan : Pribadi
Tujuan Layanan : Memberi pemahaman kepada
siswa tentang pengarahan diri
Mengarahkan diri sendiri (self
direction) berarti kita bertindak dengan kebebasan tanpa dipengaruhi oleh apa
saja yang sudah sejak lama tertanam dalam benak, sehingga ia merupakan
penghalang. Dalam bertindak kita melangkah bebas dari apa yang didapatkan pada
masa pertumbuhan, sehingga dapat melihat dunia seadanya dan bukan sebagaimana
yang seharusnya seperti yang ditanamkan dalam masa kanak-kanak.
Pengarahan diri-sendiri bukan berarti lantas kita menolak semua nilai yang didapatkan pada masa pertumbuhan, melainkan untuk melihat, menilai, lalu menentukan sendiri apa yang terbaik untuk diri kita sendiri di masa kini.
Pengarahan diri-sendiri bukan berarti lantas kita menolak semua nilai yang didapatkan pada masa pertumbuhan, melainkan untuk melihat, menilai, lalu menentukan sendiri apa yang terbaik untuk diri kita sendiri di masa kini.
Sebelas pengaruh yang dapat
menghambat, malahan menghancurkan potensi yang ada dalam diri kita untuk
melangkah maju.
1. Kecenderungan
untuk membebek, mengikuti pendapat orang lain, walaupun kita sebenarnya tidak
menyetujuinya.
2. selalu
saja merasa malu, merasa tidak enak, walaupun tidak melakukan kesalahan.
3. Jauh
lebih penting bekerja untuk sekadar mencari makan dan kemudian mendapatkan
kemudahan dari pada melakukan pekerjaan yang memang memberikan kepuasan batin.
5. Mempunyai
perasaan seakan-akan lebih banyak orang yang membenci dan tak menyukai.
6. Selalu
ingin menolong, memberi jasa meskipun ia sebenarnya tidak mau (karena bantuan
akan mengganggu dirinya).
7. Selalu
cemas, apa yang akan dikatakan orang lain terhadap diri sendiri.
8. Apapun
yang tejadi, selalu berusaha tetap pada waktunya, sehingga tujuan hidup yang
utama adalah untuk menepati waktu.
9. Selalu
merasa tidak enak untuk menanyakan sesuatu.
10. Merasa
sulit untuk meminta pertolongan, dan jarang ada yang mau menolong.
11. Merasa
malu kalau menanyakan kamar mandi (WC) -saat berada di rumah orang
lain-sehingga selalu menderita menahan apabila ingin ke kamar kecil.
Apa yang baru disebutkan di atas tadi adalah
beberapa contoh tentang gejala Rasa Rendah Diri. Tentu saja kita dapat mengubah
cara berpikir serupa itu. Ini adalah apa yang tertanam jauh di bawah sadar
sehingga merupakan penghalang, malahan amat merusak. Banyak cara telah di
kemukakan para ahli, bagaimana untuk menghilangkan semua yang merusak atau hal
negatif dalam dirikita, akan tetapi yang paling utama adalah mengadakan
perubahan itu pada saat ini juga. Mulailah meyakinkan diri sendiri,
sebenarnyalah diri kita mempunyai potensi.
LEMBAR KERJA
Jawablah !!
1.
Apa yang dimaksud dengan mengarahkan
diri ?
2.
Untuk apa pengarahan diri itu ?
Tema :
Mengambil keputusan diri
Pokok Bahasan : Pengertian pengambilan
keputusan
Aspek perkembangan : Pola pikir diri
Bidang Bimbingan : Pribadi
Tujuan Layanan : Memberikan pemahaman
kepada siswa tentang keputusan diri
Pengambilan keputusan adalah proses
untuk memilih satu jalan untuk berperilaku dari beberapa pilihan jalan.
Pengambilan keputusan dapat menentukan proses pemecahan masalah yang sedang
dihadapi. Untuk meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan, seseorang harus
memahami dirinya sendiri, nilai-nilai yang dimilikinya, dan kemampuan yang
dimiliki. Nilai-nilai ini adalah pendapat kita tentang sesuatu ”yang benar” dan
sesuatu ”yang salah”. Hal ini merupakan cerminan dari apa yang kita anggap
penting dalam kehidupan. Nilai-nilai ini berkembang melalui pengalaman di dalam
keluarga, bersama teman, melalui ajaran agama, sekolah, organisasi, dan
masyarakat secara umum dimana kita berada.
Nilai-nilai
memberikan makna dalam hidup kita dengan cara mengarahkan kita untuk menyusun
prioritas, membuat kita dapat memutuskan tujuan dan perilaku mana yang lebih
bermanfaat dan tujuan atau perilaku mana yang kurang penting. Dengan mengetahui
nilai-nilai dalam keluarga akan membantu anggota keluarga membuat tujuan,
membuat keputusan yang memang dibutuhkan, dan mengarahkan perilaku untuk
menemukan tujuan bersama.
Seorang pengambil keputusan juga harus memiliki pengetahuan tentang lingkungannya, yaitu kesempatan-kesempatan, keterbatasan-keterbatasan, dan kemungkinan-kemungkinan untuk menuju perubahan. Jika seseorang hanya memiliki satu alternatif saja, atau tidak menerima lebih dari satu jalan untuk melakukan sesuatu, orang tersebut tidak sedang melakukan proses pengambilan keputusan. Bagaimanapun juga, bahkan dalam situasi dengan pilihan yang terbatas, yaitu pilihan untuk melakukan atau tidak melakukan, proses pengambilan keputusan dibutuhkan. Meskipun banyak sekali keputusan dibuat berdasarkan faktor kebiasaan, keputusan-keputusan lain membutuhkan pertimbangan lebih dari satu alternatif.
Kemampuan dalam mengambil keputusan dapat membantu kita meraih tujuan (baik dalam pekerjaan, sekolah, atau kehidupan pribadi) serta menghindari kesalahan. Kehidupan kita adalah selalu dalam persoalan membuat keputusan. Setiap orang membuat keputusan. Beberapa orang mengambil keputusan untuk hal-hal yang dampaknya jangka pendek seperti memutuskan akan memakai baju yang mana untuk digunakan ke pesta. Orang lain mungkin lebih kompleks dan dampaknya dirasakan dalam jangka panjang, misalnya, apa yang akan dilakukan setelah lulus sekolah.
Pengambilan keputusan tidak selalu mudah. Untuk meyakinkan seseorang mendapatkan hasil yang menyenangkan, seseorang harus mempertimbangkannya dengan banyak faktor. Pengalaman dalam mengambil keputusan dapat menjadi modal ketika seseorang dihadapkan pada proses pengambilan keputusan yang baru.
Jika seseorang menghadapi suatu pengambilan keputusan yang sulit, biasanya akan berpengaruh pada seseorang tersebut sehingga merasa : terbebani, stres, cemas, jengkel, frustrasi, depresi, bingung, merasa mendapatkan tekanan baik dari diri sendiri maupun orang lain, sakit fisik (biasanya sakit kepala atau migrain), tidak dapat berkonsentrasi, merasa lelah, atau gangguan tidur. Namun ada juga orang yang ketika menghadapi pengambilan keputusan yang sulit justru merasa tertantang dan bersemangat.
Jika hal-hal tersebut kita rasakan, hal terpenting adalah memperhatikan diri kita sendiri. Luangkan waktu untuk melakukan sesuatu yang kita senangi. Akan lebih baik lagi jika kita bisa berbicara pada orang lain yang kita percaya, entah itu anggota keluarga, teman, atau konselor.
Seorang pengambil keputusan juga harus memiliki pengetahuan tentang lingkungannya, yaitu kesempatan-kesempatan, keterbatasan-keterbatasan, dan kemungkinan-kemungkinan untuk menuju perubahan. Jika seseorang hanya memiliki satu alternatif saja, atau tidak menerima lebih dari satu jalan untuk melakukan sesuatu, orang tersebut tidak sedang melakukan proses pengambilan keputusan. Bagaimanapun juga, bahkan dalam situasi dengan pilihan yang terbatas, yaitu pilihan untuk melakukan atau tidak melakukan, proses pengambilan keputusan dibutuhkan. Meskipun banyak sekali keputusan dibuat berdasarkan faktor kebiasaan, keputusan-keputusan lain membutuhkan pertimbangan lebih dari satu alternatif.
Kemampuan dalam mengambil keputusan dapat membantu kita meraih tujuan (baik dalam pekerjaan, sekolah, atau kehidupan pribadi) serta menghindari kesalahan. Kehidupan kita adalah selalu dalam persoalan membuat keputusan. Setiap orang membuat keputusan. Beberapa orang mengambil keputusan untuk hal-hal yang dampaknya jangka pendek seperti memutuskan akan memakai baju yang mana untuk digunakan ke pesta. Orang lain mungkin lebih kompleks dan dampaknya dirasakan dalam jangka panjang, misalnya, apa yang akan dilakukan setelah lulus sekolah.
Pengambilan keputusan tidak selalu mudah. Untuk meyakinkan seseorang mendapatkan hasil yang menyenangkan, seseorang harus mempertimbangkannya dengan banyak faktor. Pengalaman dalam mengambil keputusan dapat menjadi modal ketika seseorang dihadapkan pada proses pengambilan keputusan yang baru.
Jika seseorang menghadapi suatu pengambilan keputusan yang sulit, biasanya akan berpengaruh pada seseorang tersebut sehingga merasa : terbebani, stres, cemas, jengkel, frustrasi, depresi, bingung, merasa mendapatkan tekanan baik dari diri sendiri maupun orang lain, sakit fisik (biasanya sakit kepala atau migrain), tidak dapat berkonsentrasi, merasa lelah, atau gangguan tidur. Namun ada juga orang yang ketika menghadapi pengambilan keputusan yang sulit justru merasa tertantang dan bersemangat.
Jika hal-hal tersebut kita rasakan, hal terpenting adalah memperhatikan diri kita sendiri. Luangkan waktu untuk melakukan sesuatu yang kita senangi. Akan lebih baik lagi jika kita bisa berbicara pada orang lain yang kita percaya, entah itu anggota keluarga, teman, atau konselor.
LEMBAR KERJA
PERTANYAAN : Menurut Anda apa itu pengambilan
keputusan ?
JAWAB : ...............................................................................
Tema :
Merealisasikan Keputusannya Secara Bertanggung Jawab
Pokok Bahasan : Tanggung Jawab Diri
Aspek Perkembangan : Kesadaran Tanggung Jawab
Bidang Bimbingan : Pribadi
Tujuan Layanan : Siswa memahami dan mampu
melaksanakan batas – batas
tanggung jawab dirinya dalam kehidupan sehari
– hari
Tanggung jawab terhadap diri sendiri
merupakan dasar untuk melaksanakan kewajiban – kewajiban lainnya. Tanggung
jawab terhadap diri sendiri berarti kita melaksanakan tugas dan kewajiban
sehari – hari untuk kepentingan diri sendiri secara rutin. Jika kita melalaikan
tanggung jawab terhadap diri sendiri, bagaimana mungkin kita dapat melaksanakan
tanggung jawab terhadap yang lainnya ? Sebagai contoh, siswa tidak rajin
belajar sehingga memiliki nilai rendah tidak mungkin bisa mewakili sekolah mengikuti perlombaan suatu mata pelajaran.
Salah satu bentuk kedewasaan pada
seseorang adalah mampu bertanggung jawab terhadap segala tingkah laku yang
dilakukan. Tanggung jawab minimal yang sudah harus dimiliki adalah tanggung
jawab terhadap kebutuhannya sendiri meski dalam hal ini pemenuhan kebutuhan
yang sifatnya primer tetep harus dapat dipenuhi oleh dirinya sendiri tanpa
perlu adanya campur tangan pihak kedua termasuk dari orang tua.
Kebutuhan yang dimaksud adalah hal –
hal yang menyangkut tentang pemenuhan hidup yang paling mendasar. Misalnya:
menjaga kesehatan diri sendiri, memenuhi kewajiban yang menjadi tanggung
jawabnya, seperti belajar, mengerjakan tugas, melakukan hobi yang bermanfaat
dsb yang semuanya secara langsung maupun tidak langsung berperan besar bagi
dirinya sendiri sekarang maupun kelak. Adalah sangat tidak tepat apabila
siswa/pelajar masih dikontrol oleh orang tua maupun pihak lain dalam melakukan
tugas: belajar, membantu pekerjaan orang tua dirumah, apalagi kegiatan yang
sifatnya primer seperti: mandi, makan, maupun menjaga kebersihan diri lainya.
LEMBAR KERJA
1.
Tuliskanlah beberapa kegiatan dirumah
yang menjadi tanggung jawab secara pribadi !
2.
Tuliskanlah beberapa kegiatan di
rumah/di masyarakat yang menjadi tanggung jawab bersama anggota
keluarga/masyarakat !

Tidak ada komentar:
Posting Komentar